Sepenggal Kisah Tentang Hujan

Aku tak tahu ada apa sebenarnya dengan hujan dan diri ku.Seperti ada sebuah ikatan antara aku dan hujan.Apa pun yang sedang kurasakan entah itu senang,sedih hujan selalu menyertai ku.Ketika hujan tak lama datang aku merasakan sesuatu yang hilang,aku merasa sangat sepi tanpa hujan.Aku sangat sangat merindukan suaranya,gemericik airnya saat turun membasahi tanah.Angin yang menyertai turunnya,dingin,sangat menyejukkan hati ku.Apa lagi aroma dan bau tanah setelah hujan,itu yang selalu aku tunggu.Banyak sekali hal yang sangat aku sukai dari hujan.Antara ia dan aku seperti ada sebuah telepati yang mengikatnya.

Hingga suatu sore,pandanganku jauh menembus kaca yang tengah basah kerena hujan.Dalam beberapa waktu ini aku mencoba menghibur diriku.Entah apa pun yang penting itu menghiburku.Beberapa cara sudah ku coba.Ya,cara itu berhasil namun tak berlangsung lama.Bayangmu kembali datang ke otak ku.Kembali otak ini memutar kesukaannya,iya film itu adalah kamu.Film yang tak henti-hentimya bosan ku putar dalam otakku.
Aku tak tahu bagaimana menjalani hari ku tanpa kamu.Tanpa kamu yang bisa ku lihat kapan pun aku ingin.Tidak semua telah berbeda,semua tidak seperti kemarin,semua telah berubah.Kamu akan pergi,menemukan sesuatu hal yang baru dan aku tahu kamu akan melupakan ku,itu pasti.Aku belum siap dengan semua ini.Lewat beberapa hujan di sore ini aku selalu menyampaikan rinduku untukmu.Rindu yang tiada ingin menjauh dari ku.Rindu yang akan selalu hadir,hanya untukmu.Lewat beberapa hujan,aku menanggis.Aku tak tahu apa yang ku rasakan.Ada sesuatu yang sangat menyesakkan dadaku,membuatku sulit bahkan sangat sulit untuk bernafas.Tidak hanya itu,semua ini membuat pikiranku kalut sungguh kalut.Semakin lama aku tak mampu menahan semua ini,dan aku tak tahu lewat apa aku akan meyampaikannya.Hujan,iya lewat ini aku menyampaikannya.Lewat hujan aku menanggis,lewat hujan aku menyampaikan bahwa aku sangat takut untuk jauh dari mu juga aku sangat teramat merindukanmu.Lewat hujan juga aku menyadari bahwa rasa yang menyesakkan dada dan mengalutkan pikiranku ini adalah rasa takut yang teramat untuk kehilanganmu.
Aku tak tahu siapa yang akan mengerti semua yang ada di hati dan pikiranku saat ini.Ku piker,hanya hujan yang mengerti semua ini,hanya hujan yang mampu mengerti perasaanku.Karena selama ini aku hanya mampu mengatakkan semua,hanya kepada hujan.Tak seorang pun mampu memahami apa yang kini tengah aku rasakan.Rasa kehilangan yang sangat,dan kini sudah tak mampu untuk ke bendung dan ku atasi.

Jika Mencintai mu Adalah Luka

Untuk seseorang yang telah menjadi bagaian dari memori ku….
Aku bahagia karena ternyata aku masih mencintaimu. Aku masih ingat segalanya antara kita secara detail. Aku masih ingat bagaimana caramu menatapku. Aku juga masih ingat bagaimana cara berbicaramu pada ku kala itu,begitu manja,penuh tawa. Aku masih ingat kala malam itu kau selalu memperhatikan ku,menyuruhku untuk tidur,menyuruhku untuk belajar. Aku masih ingat semua itu.  Bagaimana dengan mu?
Apa kau sudah lupa dengan semua itu? Apa kau juga sudah menghapus obrolan malam lewat chat itu? Apa kau benar-benar sudah menghapus segala tentangku dari hidup mu?
Andai kau tahu,bagi ku menghapus segala kenangan bersama mu adalah luka bagi ku. Kau kerap kali duduk disamping ku tapi sedikit pun kau tak pernah sedikit pun berkeinginana untuk melihat ku,menyapa ku,tersenyum padaku seperti kala itu lagi. Kita kerap kali berpapasan tapi kau seperti tak mengenalku lagi. Apa kau tahu? Mencintaimu sejak awal sudah melukai ku. Tapi tak mengapa,jika mencintai mu adalah luka aku berharap bahwa luka itu akan berujung pada kebahagiaan bagi ku dan bagimu kelak. Jika mencintai mu adalah luka,aku bahagia karena hingga sekarang aku masih mengingat segala kenangan tentang kita kala itu dan aku juga masih berharap bahwa itu akan terjadi lagi. Dan jika mencintai mu adalah luka,ku harap kau akan mengerti bahwa aku masih bertahan untuk mencintaimu meski aku terluka.

Kau Kembali,Tapi Bukan Karena Aku

Terik mentari siang ini tak semenyengat seperti biasanya.Ada tiupan angin rindu yang khas siang ini.Dada ku berdegup mulai tak teratur,aku tak tahu apa yang terjadi dengan hatiku.Kaki ku terus melanglah keluar menuju gerbang sekolah.Di tengah langkah kaki ku yang di iringi suara deguban jantung seseorang yang tak asing lagi untuk ku,tengah bercanda ria bersama dengan temannya di depan masjid.Sontak langkah ku terhenti,aku terdiam tak sengaja aku melihatnya lalu aku memandanginya,rasa sesak kembali hadir di dadaku.semakin sesak dan terasa sesak,saat aku benar-benar merindukannya aku hanya bisa melihatnya itu pun dari kejauhan tanpa sedikit pun ada keberanian dalam diriku untuk menyapa,hah menyapa? tersenyum saja aku tak mampu. Ia seseorang yang selama ini tengah ku rindukan,seseorang yang membuatku takut kehilangan,ia kembali.Meski hanya sebentar aku bisa melihat wajahnya kembali.Ia masih sama dengan wajah humorisnya yang unik,ramah.Ia masih sama seperti yang dulu,ia masih sama seperti dulu saat aku menatapnya pasti ia tahu dan ia berbalik memperhatikan ku walau hanya sebentar.
Apa kah ia masih mengingatku? Adik tingkat yang meminta foto bersama nya saat acara perpisahan waktu itu? Ah penting sekali aku di ingat,memangnya aku siapa?.Hah hanya seorang adik tingkat biasa dan sama seperti yang lain.Iya mungkin itu pendapatnya tentangku.
Aku mungkin tak berarti baginya.
Walau hanya sebentar dan dari kejauhan aku sangat senang bisa melihatnya kembali.Walau aku hanya diam memeperhatikannya tapi aku sangat senang melihatnya lagi.Walau aku harus merasakan sesak saat melihatnya namun ini yang aku inginkan,melihatnya,memandang wajahnya secara diam-diam ini adalah hobi ku yang sudah lama sekali tidak ku lakukan.
Aku pernah berfikir tak kan pernah bisa bertemu dengannya dan melihat serta memandangnya lagi,jadi kehadirannya siang itu sangatlah berarti untuk ku.
Terimakasih kau telah kembali lagi walau sebentar,terimakasih.Meski aku tahu kedatangan mu tadi bukan karena aku.

Jentikan Suara Hatiku Untuk Tuhan

Untuk Tuhan ku yang maha mendengar setiap keluh kesah hamba-Nya.
Tuhan aku benar-benar lelah hari ini.Terlalu sakit Tuhan aku menghadapi semua ini.Sepertinya semua orang enggan dekat denganku Tuhan.Mereka benar-benar memberikan jarak antara aku dan mereka.Apa yang ku lakukan atas segala usahaku untuk berubah tak sedikit pun mereka memperdulikan.Mereka masih saja tak menganggapku.Tuhan apa yang harus ku lakukan? Hati ku lelah,jiwa ku lelah,pikiran ku lelah,dan semua berujung pada fisik ku juga melemah.Tuhan tolong bantulah aku.Kuatkan aku Tuhan

Serpihan Kenangan Oktober

Oktober kembali datang,iya ia tak pernah lupa datang bersama hujan rintik waktu sore.Ia juga tak lupa membawa aroma khas saat hujan jatuh ke tanah.Menenangkan,damai.Aroma tahun ini masih sama seperti aroma hujan oktober tahun lalu,tapi hatikulah yang telah berubah.
Setahun yang lalu,sepertinya terasa begitu cepat,sepertinya aku juga begitu cepat melupakan sosoknya.Sosok pangeran yang merajut cinta dalam keajaiban.Melupakan? Sepertinya tidak,sungguh dia ternyata masih memiliki tempat yang indah di hatiku.Hanya saja aku tak menyadarinya,aku hanya bermain-main dengan apa yang kurasa.Berulang kali aku coba untuk pergi meninggalkan segala yang pernah terjadi antara aku dan dia.Aku selalu berfikir bahwa aku telah berhasil,iya bodohnya aku yang tertipu dengan segala ilusi yang dibuat oleh hatiku.
Aku belum bisa pergi dari kenangan itu.Aku belum bisa melupakan hujan sore kala oktober itu.Aku bahkan belum bisa lupa segala kenangan oktober kala setahun yang lalu.
Aku sudah terlalu sakit dengan apa yang ku lakukan selama ini,berpura-pura tidak mengenalmu,berpura-pura melupakan segala yang telah terjadi antara aku dan kamu,berpura-pura tidak melihat mu saat bertemu,berpura-pura untuk tidak pernah mengenalmu.Semua ini sudah terlalu membuat sesak dadaku.Aku sudah tak mampu untuk melanjutkan kebohongan ini.Aku juga tak bisa terus berpura-pura tak mengenalmu.
Aku tak bisa membohongi jikalau aku masih termat menyayangi dan mengharapkanmu.
Andai saja kau tahu,oktober ini kembali dengan membawa berjuta serpihan kenangan indah yang telah kita rajut bersama oktober tahun lalu.

~IA

Hujan dan Senja

Kala senja itu hujan datang bersamaan dengan turunnya senja ke peraduannya

Dingin dan damai itulah yang terasa

Sepotongan rasa kembali hadir bersama dengan turunnya air hujan ke tanah

Suara getaran yang ada di hati ini seirama dan senada dengan suara rintik hujan kali ini dan masih sama dengan kala itu

Aku bingung dengan yang terjadi

Aku tak mampu untuk menafsirkan apa yang tengah terjadi dengan hati ku

Hujan yang turun di kala senja ini

Ternyata masih meninggalkan segores kenangan kala itu

Perih,namun tak ingin ku akhiri

rain-7

Cerita Tentang Kota Ini

Mentari mulai menyingsing ke barat,tanda sore mulai datang….
Sore itu Aku pulang ke kota yang meninggalkan sejuta kenangan antara aku dan kamu.Di kota itu ada setangkup rindu yang membuat sesak hati ini.Setiap pojok dari kota ini meninggalkan beribu-ribu kenangan yang takakan pernah terhapus dari hati ini.Setiap pojok dari kota ini sedikit demi sedikit mulai berubah namun rasa dalam hati ku ini tak kunjung berubah.Karena aku ingin rasa ini tak pernah berubah,Aku ingin rasa ini akan selalu ada dalam relung hati ini.
Sore itu aku berjalan menyusuri setiap sudut dari kota itu.Aku bejalan melewati jalanan yang biasa kita lewat bersama,ketika dirimu masih selalu ada waktu untuk ku.Menghabiskan indahnya sore di kota ini.
Sesampainya di sebuah perempatan Aku berhenti,megamati setiap titik dari tempat ini.Alunan lagu yang dimainkan musisi jalanan mengiringi laraku kehilanganmu.Menangis sendiri dideru kotamu.
Aku berjalan terus berjalan mengelilingi kota ini,namun tak juga ku temukan dengan apa yang ku cari,tak ku temukan dengan apa ynag aku rindukan,tak ku temukan dirimu..
Dimanakah kamu saat ini??
Dimanakah kamu yang biasanya selalu ada untuk ku??
Ada dimana kamu??
Aku rindu..
Kini kamu telah tiada,namun kota ini akan selalu mendatangkan senyuman mu yang abadi.ijinkan aku tuk selalu pulang lagi ke kota ini,ketika aku mulai kesepian,ketika tiada lagi yang mampu mengobati rindu dalam hati ini…..

Inspirasi: lyric Yogyakarta-Katon Bagaskara